03 Mei 2014

Driver AMD Catalyst fglrx 14.4 untuk openSUSE 13.1 dirilis


cara instal amd opensuseBeberapa hari yang lalu, situs AMD merilis driver proprietary terbarunya untuk Linux dengan nomer versi 14.10.1006. Versi baru ini sudah mendukung openSUSE mulai versi 11.4 - 13.1 dan juga versi Tumbleweed mulai kernel 3.11 - 3.14. Driver fglrx ini untuk kartu grafis AMD Radeon hd5xxx atau diatasnya, jika kamu memiliki kartu grafis keluaran lama, pakai driver opensource Radeon bawaan yang telah ada di openSUSE 13.1.

Fitur Baru

Driver AMD Catalyst fglrx 14.4 ini hadir dengan membawa fitur baru seperti berikut:

Mendukung AMD Radeon R9 295X
Mendukung penuh untuk OpenGL 4.4
  OpenGL 4.4 mendukung ekstensi berikut:
ARB_buffer_storage
ARB_enhanced_layouts
ARB_query_buffer_object
ARB_clear_texture
ARB_texture_mirror_clamp_to_edge
ARB_texture_stencil8
ARB_vertex_type_10f_11f_11f_rev
ARB_multi_bind
ARB_bindless_texture
ARB_spare_texture
ARB_seamless_cubemap_per_texture
ARB_indirect_parameters
ARB_shader_group_vote

Untuk melihat kartu grafis apa saja yang didukung oleh driver AMD Catalyst fglrx 14.4 ini, baca catatan rilisnya disini.

Cara Instal

Ada 2 cara untuk menginstal Driver AMD Catalyst fglrx 14.4 di openSUSE, yaitu:

Menggunakan 1-click instal

Untuk 32 Bit

Untuk 64 Bit


* Pengguna openSUSE Tumbleweed tidak dapat menginstal driver ini via 1-click install. Sebagai gantinya, gunakan baris perintah seperti dibawah

Menggunakan Baris Perintah

Tambahkan dulu repositori untuk openSUSE 13.1
zypper addrepo -f http://geeko.ioda.net/mirror/amd-fglrx/openSUSE_13.1/ FLGRX
zypper refresh

Untuk 32 bit:
zypper install fglrx_xpic_SUSE131

Untuk 64 bit:
zypper install fglrx64_xpic_SUSE131

Catatan untuk pengguna repositori fglrx-beta

Jika sebelumnya kamu sudah menggunakan repositori fglrx-beta, Anda bisa mengubahnya ke repositori fglrx stabil seperti alamat diatas menggunakan YaST dan lakukan update.

Read More

04 April 2014

Bantu MariaDB dengan Kirimkan Statistik

mariadb-logoSaya mengunjungi website MariaDB dan tidak sengaja menemukan plugin bagus. Namanya feedback plugin. Plugin ini sebenarnya sudah ada di MariaDB sejak oktober 2011 yang digunakan untuk mengumpulkan statistik pengguna MariaDB. Tentu saja bukan data pribadi dari database Anda yang dikirimkan. Plugin ini hanya mengumpulkan informasi seperti OS yang anda pakai, negara mana saja yang menggunakan MariaDB, fitur-fitur apa saja yang diaktifkan, serta versi berapa MariaDB anda. Tujuan dari artikel ini untuk mendorong pengguna MariaDB untuk menggunakan dan mengaktifkan plugin tersebut.

Apa untungnya?
Memang tidak ada manfaat langsung yang anda dapatkan dengan mengirimkan statistik database anda ke pengembang MariaDB. Namun beberapa hal dibawah ini yang perlu diperhatikan.

  • Misalnya anda seorang programmer yang mengembangkan aplikasi opensource tertentu, tentunya anda senang jika tahu aplikasinya dipakai oleh banyak orang. Artinya aplikasi yang kita buat memberikan manfaat bagi banyak orang.
  • Ini merupakan cara termudah untuk berkontribusi. Mengaktifkan plugin ini akan membantu pengembang MariaDB membuat aplikasi ini menjadi lebih baik lagi.
  • Tidak sulit mengaktifkan plugin ini, ingatlah bahwa MariaDB adalah aplikasi gratis dan juga opensource, kita tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk menggunakannya. Pihak MariaDB sangat menyarankan untuk mengaktifkan plugin ini, akan tetapi keputusan untuk mengaktifkan plugin ini sepenuhnya diserahkan kepada Anda.
mariadb user
Statistik penggunaan MariaDB dapat dilihat disini. Walaupun saat ini sudah banyak distro-disto linux beralih ke MariaDB dari MySQL. Lihatlah pengguna MariaDB yang menggunakan Windows lebih banyak statistiknya, entah karena memang pengguna MariaDB di windows memang banyak atau pengguna linux yang tidak mengaktifkan plugin ini.

Untuk mengaktifkan plugin ini sangatlah mudah. Masuk ke MariaDB dan jalankan perintah:
INSTALL PLUGIN feedback SONAME 'feedback';

Cek plugin tersebut apakah sudah berjalan dengan perintah:
SELECT plugin_status FROM information_schema.plugins WHERE plugin_name = 'feedback';

Read More

29 Maret 2014

Cara Install Web Server (LAMP) di openSUSE

LAMP adalah singkatan dari Linux, Apache, MySQL/MariaDB, dan PHP/Perl, yaitu software yang paling banyak digunakan untuk server web. Artikel dibawah ini akan membahas mengenai cara install server web LAMP di openSUSE.

Instal LAMP

Untuk menginstal LAMP di openSUSE sangatlah mudah, bisa menginstal sekaligus dengan pattern "lamp_server" atau menginstal paket-paketnya satu-persatu. Kali ini saya menginstal menggunakan pattern (kelompok software) tersebut via zypper.

Buka terminal dan install dengan perintah:
zypper install -t pattern lamp_server

Perintah tersebut akan menginstal paket-paket seperti Apache2, MariaDB, PHP5, dan Modul http server YaST sekaligus beserta dependensinya. Lebih praktis kan?

Mengaktifkan LAMP


Secara default, service-service paket tersebut tidak secara otomatis dijalankan. Kita harus menjalankannya sendiri.

Menjalankan Apache2

Jalankan perintah:
systemctl start apache2.service
systemctl enable apache2.service

Buka peramban web (misalnya firefox)
Ketikkan alamat "localhost" tanpa tanda kutip pada kolom alamat. Jika muncul tampilan "It works!" artinya Apache2 sudah berjalan.

apache2-opensuse


Root dokemen Apache2 di openSUSE ada di folder: /srv/www/htdocs/

Kita juga bisa menguji apakah PHP sudah terinstal sebagaimana mestinya dengan cara membuat file phpinfo pada root dokumen Apache.
nano /srv/www/htdocs/testphp.php

Tambahkan baris berikut:
<?php
phpinfo();

Simpan dengan menekan CTRL + X lalu tekan Y + Enter
Jika keluar informasi berikut, artinya PHP memang sudah terinstal dengan benar.

phpinfo-opensuse

Menjalankan MySQL/MariaDB

Jalankan perintah:
systemctl start mysql.service
systemctl enable mysql.service

Secara default, password MySQL kosong. Untuk alasan keamanan, Anda bisa memberinya password. Jalankan perintah berikut:
mysql_secure_installation

Maka akan tampil output seperti berikut:
/usr/bin/mysql_secure_installation: line 379: find_mysql_client: command not found



NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MariaDB

      SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!



In order to log into MariaDB to secure it, we'll need the current

password for the root user.  If you've just installed MariaDB, and

you haven't set the root password yet, the password will be blank,

so you should just press enter here.



Enter current password for root (enter for none): <== Tekan enter

OK, successfully used password, moving on...



Setting the root password ensures that nobody can log into the MariaDB

root user without the proper authorisation.



Set root password? [Y/n] <== Tekan Y

New password:         <== Masukkan password

Re-enter new password:   <== Masukkan password sekali lagi

Password updated successfully!

Reloading privilege tables..

 ... Success!



By default, a MariaDB installation has an anonymous user, allowing anyone

to log into MariaDB without having to have a user account created for

them.  This is intended only for testing, and to make the installation

go a bit smoother.  You should remove them before moving into a

production environment.



Remove anonymous users? [Y/n]  <== tekan Y

 ... Success!



Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'.  This

ensures that someone cannot guess at the root password from the network.



Disallow root login remotely? [Y/n] <== Tekan Y

 ... Success!



By default, MariaDB comes with a database named 'test' that anyone can

access.  This is also intended only for testing, and should be removed

before moving into a production environment.



Remove test database and access to it? [Y/n]  <== Tekan Y

 - Dropping test database...

 ... Success!

 - Removing privileges on test database...

 ... Success!



Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far

will take effect immediately.



Reload privilege tables now? [Y/n]  <== Tekan Y

 ... Success!



Cleaning up...



All done!  If you've completed all of the above steps, your MariaDB

installation should now be secure.



Thanks for using MariaDB!

Sampai tahap ini Anda sudah memiliki server web sendiri di localhost. Taruh konten web anda di folder dokumen root Apache2 di /srv/www/htdocs/ Jika anda ingin server web anda bisa diakses di internet atau dari komputer lain, anda harus mengijinkan apache2 membuka port 80. Edit di SuSEfirewall:
nano /etc/sysconfig/SuSEfirewall2

Cari kata:
FW_CONFIGURATIONS_EXT=""

Ganti dengan:
FW_CONFIGURATIONS_EXT="apache2"

Simpan dengan menekan CTRL + X lalu tekan Y + Enter Lalu restart servicenya:
systemctl restart SuSEfirewall2.service

Akses web menggunakan IP atau hostname komputer kita dari komputer lain
Read More

22 Maret 2014

openSUSE 13.2 Milestone 0 telah dirilis

Dua hari yang lalu (19/03) openSUSE 13.2 Milestone 0 telah dirilis. Ini merupakan versi "pengembangan" pertama untuk openSUSE 13.2 yang rilis stabilnya direncanakan akan dirilis pada bulan November nanti. Menurut Jos Poortvliet, Community Management openSUSE, rilis pengembangan pertama ini membawa perubahan besar misalnya:
  • Sistem berkas default yang dipakai Btrfs
  • Paket-paket KDE Frameworks telah ditambahkan, Qt-frontend YaST juga telah diporting ke Qt5
  • Zypper dengan cabang 1.10.x yang dipilih untuk rilis selanjutnya
  • Infrastruktur telah diupdate antara lain rpm 4.11.2, PackageKit 0.8.16, Bluez 5.15, systemd 210, dan kernel 3.14 RC, dan lain-lain.

"openSUSE 13.2 Milestone 0 ini dimaksudkan untuk tujuan pengembangan dan pengujian bug, tidak disarankan dipakai untuk berkomputasi sehari-hari atau dipakai pada komputer produksi."


Tetapi jika Anda ingin, anda dapat mengunduh versi ini di http://software.opensuse.org/developer, mencobanya, dan ikut menguji dan melaporkan bug kepada pengembang, sehingga rilis stabil openSUSE 13.2 menjadi benar-benar stabil.

Berikut adalah screenshot openSUSE 13.2 Milestone 0 KDE:

opensuse 13.1
Desktop openSUSE 13.2 KDE

dolphin 4.12.2
Dolphin 4.12.2 di openSUSE 13.2

kernel opensuse 13.2
Konsole

kinfo

kinfo kde
KInfo KDE

Read More

18 Maret 2014

Mengenal openSUSE Build Service

open build service

openSUSE Build Service atau yang disingkat OBS adalah layanan server publik yang disokong oleh openSUSE Project, berguna bagi pengembang untuk membangun dan mendistribusikan paket secara otomatis, konsisten dan dapat direproduksi. Bagi pengguna (pamakai software) juga diuntungkan dengan adanya layanan ini. Mereka dapat dengan mudah menemukan paket yang ingin diinstal pada komputernya.

openSUSE Build Service bukan hanya untuk openSUSE


Jika distro lain mempunyai layanan seperti ini hanya untuk distro target sendiri (contohnya PPA milik Ubuntu), openSUSE dengan OBS-nya justru malah mendukung layanan build untuk distro lain. Selain untuk openSUSE dan SUSE (SLES, SLED) sendiri, saat ini OBS mendukung distro target seperti Arch Linux, Debian, Fedora, RedHat, CentOS, Ubuntu dan Univention. OBS juga mendukung arsitektur target i586, x86_64, ppc, ppc64, local, armv6l, armv7l, aarch64, ppc64p7, dan ppc64le. Belum berhenti sampai disini, tidak tanggung-tanggung, openSUSE juga merilis source serta dokumentasi layanan OBS ini untuk publik http://openbuildservice.org/.

owncloud opensuse build service
ownCloud Menggunakan OBS  

Manfaat openSUSE Build Service


Untuk Pengguna

    open build service
  • Anda dapat menemukan versi paket terbaru yang mungkin belum dirilis pada repo resmi openSUSE atau distro lain.
  • Tidak perlu copas manual alamat repo yang menyediakan paket yang anda cari. Anda hanya perlu membuka http://software.opensuse.org/packages dan mencari paket anda disana. Dengan fitur 1-click install, dalam sekejap paket sudah terinstal di komputer, beserta alamat reponya.

Untuk Pemaket (Packagers)

  • OBS-lah yang melakukan build paket anda. Anda tidak perlu menginstal banyak distro dengan arsitektur yang berbeda dibanyak hardware pula. 
  • Secara otomatis menangani masalah dependensi.
  • Dapat dihubungkan dengan proyek lain dengan tujuan untuk menguji patch, dll
  • Dapat menambahkan user lain untuk bekerja secara bersama
  • Dan fitur lainnya, klik https://build.opensuse.org.

opensuse build service

Cara Menginstal Aplikasi dari OBS


klik disini


Pranala luar

Read More

17 Maret 2014

Edit PDF dengan Master PDF Editor di Linux

cara install pdf editor opensuse

Master PDF Editor adalah aplikasi untuk membuat dan mengedit berkas pdf seperti mengubah atau menambah teks, menyisipkan gambar, menggabungkan atau memisahkan berkas pdf. Master PDF Editor bukan aplikasi opensource tetapi aplikasi ini diberikan gratis untuk platform Linux (untuk Windows kita harus membeli lisensi seharga $49.95 setelah 30 hari). Terima kasih kepada pengembang aplikasi ini.

Fitur-fitur Master PDF Editor

  • Membuat berkas PDF dan XPS baru atau mengedit yang sudah ada.
  • Menambah/mengedit penanda di berkas PDF
  • Mengenkripsi/memproteksi PDF dengan sandi
  • Mengkonversi berkas XPS ke PDF
  • Mengimpor/mengeksport berkas grafis seperti BMP, JPG, PNG, dan TIFF
  • Gratis untuk Linux.

Master PDF Editor openSUSE

Untuk mengunduh Master PDF Editor gratis untuk Linux silakan klik tombol unduhan berikut:
Pilih ekstensi berkas yang sesuai dengan distro Anda, misal pengguna Debian/Ubuntu pilih deb, sedangkan fedora/openSUSE pilih rpm.
Read More